Peristiwa G30S, begini cerita keluarga korban

Peristiwa G30S, begini cerita keluarga korban

September 29, 2019


Peristiwa G30S, begini cerita keluarga korban

LIPUTAN6setengah - Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965 merupakan peristiwa dalam sejarah Indonesia. Selewat malam tanggal 30 September sampai 1 Oktober 1965, tujuh perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa orang lainnya dibunuh karena dianggap melakukan percobaan kudeta terhadap Presiden Soekarno saat itu.

Kepada Elshinta, Gubernur Lemhannas, Agus Widjojo yang juga merupakan putra dari salah satu pahlawan revolusi yakni, Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, menceritakan bahwa ayahnya dibawa oleh sekelompok orang pada 1 Oktober 1965 pagi buta sekitar pukul 03.30, dan setelahnya ia tidak bertemu kembali dengan ayahnya.

Sehari setelah kejadian tersebut, Agus bersama keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya."Kami tidak keluar rumah dan menggali informasi dari televisi dan surat kabar," kata Agus, Senin (30/9).

Hingga kini, menurutnya, masih belum ada yang mampu menjelaskan secara terperinci terkait kejadian tersebut. Agus menjelaskan bahwa kejadian tersebut juga mengejutkan bangsa Indonesia khusus bagi keluarga korban.

"Saya rasa, dari media kita lihat, betapa simpang siurnya informasi dan publik juga menebak-nebak apa yang sebetulnya terjadi dan siapa sebetulnya siapa di balik peristiwa ini," paparnya.

Sehingga, kata Agus, masih banyak pemahaman yang berbeda di tengah masyarakat terkait kejadian ini.